Seperti yang diketahui, perusahaan elektronik saat ini memang bergantung pada bahan-bahan tambang hasil bumi untuk membuat produk elektronik. Salah satunya Apple yang saat ini memang bergantung pada hasil tambang. Namun perusahaan Cupertino ini menantang diri mereka untuk lepas dari ketergantungan bahan hasil tambang. Tentu hal ini sejalan dengan kampanye peduli lingkungan yang tengah serukan oleh Apple.

Peralatan elektronik memang masih belum bisa lepas dari bahan hasil tambang. Sebagai contoh, kobalt digunakan sebagai bahan dasar baterai lithium, dan bahan-bahan lain seperti tembaga, timah, dan tungsten. Tentu saja Apple percaya diri dapat membuat produk-produk seperti iPhone, iPad, atau MacBook tanpa menggunakan bahan tambang. Namun untuk saat ini, mereka mengakui jika belum memiliki mekanisme yang tepat. Namun hal itu perlu dilakukan, karena kelestarian lingkungan adalah hal yang sangat penting.

READ  GSKILL Merilis Kit Memori DDR4-4400 CL17 dengan Modul 16 GB Kapasitas Tinggi

Langkah kecil yang dilakukan oleh Apple sebelum benar-benar mewujudkan rencananya, yakni mereka mengimbau para pengguna produk Apple untuk mendaur ulang atau merekondisi perangkat lamanya melalaui program Apple Renew. Teknik tersebut akan memanfaatkan material yang masih bisa digunakan pada perangkat lama.

Greenpeace yang merupakan organisasi non-profit itu memberikan saran kepada Apple, agar tidak hanya meminimalisir penggunaan bahan hasil tambang, namun juga dituntut untuk membuat produk yang tahan lama serta mudah untuk didaur ulang. Menurut Greenpeace, produk yang dapat digunakan dalam jangka panjang turut menghemat penggunaan bahan tambang. Selain itu, organisasi itu juga menyarankan nama lain termasuk Samsung, Huawei, dan Microsoft untuk mengikuti langkah Apple agar tidak tertinggal.

READ  Speaker Bluetooth Terbaik, Aktif & Bass Berasa