China Larang Pedagang Naikkan Harga Obat Usai Longgarkan Lockdown

China Larang Pedagang Naikkan Harga Obat Usai Longgarkan Lockdown
China Larang Pedagang Naikkan Harga Obat Usai Longgarkan Lockdown

Pihak berwenang China memperketat aturan penjualan obat selama lonjakan penyebaran covid.
Dalam pengetatan itu, mereka melarang pedagang menaikkan harga obat, karena khawatir covid-19 kembali menggila usai aturan mengenai lockdown mulai dilonggarkan.

Pada Rabu lalu, China mengumumkan 10 langkah yang melonggarkan kebijakan Presiden Xi Jinping terkait nol covid. Namun, kekhawatiran muncul akan lonjakan infeksi karena masyarakat berebut obat batuk, obat flu, dan masker.

Dewan Negara China juga mendesak pemerintah daerah dapat memastikan kelancaran distribusi obat-obatan untuk menjaga kehidupan yang normal.

“Semua usaha harus dilakukan untuk memastikan pengiriman pasokan medis yang lancar, termasuk vaksinasi, reagen pengujian antigen, obat-obatan, dan masker,” bunyi keterangan Kementerian Transportasi China seperti dikutip dari Reuters.

Pengumuman itu melarang pemblokiran atau penutupan jalan raya, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara tanpa izin untuk mematuhi pelonggaran pembatasan di China.

Administrasi Negara China untuk Regulasi Pasar juga mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang menaikkan harga segala produk anti-covid.

Dalam surat peringatan yang diterbitkan pada Jumat, pengawas melarang inflasi harga, kolusi, diskriminasi harga, propaganda menyesatkan, dan penimbunan.

“Pedagang tidak boleh menaikkan harga secara drastis ketika tidak ada kenaikan biaya yang jelas, atau kenaikan biaya jauh tertinggal dari kenaikan harga,” kata regulator.

Selain itu, mereka tidak boleh menimbun persediaan anti-pandemi yang kekurangan pasokan, atau menyebarkan kabar tentang kenaikan harga yang dapat mengganggu ketertiban pasar.