CIMB Niaga Syariah Targetkan KPR Tumbuh Double Digit di 2023

CIMB Niaga Syariah Targetkan KPR Tumbuh Double Digit di 2023
CIMB Niaga Syariah Targetkan KPR Tumbuh Double Digit di 2023

Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) mencatat pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 21% year on year (yoy) pada tahun 2022. Melalui pendekatan inovatif, perseroan menargetkan pertumbuhan yang lebih baik di tahun 2023.

Vice President, Sharia Consumer Financing Sales Head CIMB Niaga Syariah Ferry Finenko mengatakan, tantangan resesi global di tahun 2023 memang ada dan tidak bisa dipungkiri. Namun demikian, secara umum ekonomi Indonesia sudah lebih baik. Selain itu kebutuhan masyarakat akan kepemilikan rumah masih sangat tinggi dan tidak tergantikan.

Di tahun 2023 ini banyak sekali infrastruktur yang mulai dibuka oleh mahjong ways pemerintah. Ini merangsang dan menstimulasi para nasabah yang sebelumnya terkonsentrasi pada satu titik kota, saat ini sudah mulai terbuka untuk melihat kota-kota lain, bahkan sampai luar wilayah Jabodetabek,” kata Ferry Finenko ditemui di Jakarta.

Menurut dia, fenomena tersebut menjadi suatu potensi yang bisa ditangkap perusahaan, apalagi pangsa pasar yang belum tergarap masih cukup besar. “Harapannya kita optimistis di tahun 2023 ini kita bisa tetap tumbuh lebih lagi dibandingkan tahun 2022,” jelas Ferry Finenko.

Dia menerangkan, bisnis KPR berbasis syariah dari CIMB Niaga Syariah telah tumbuh dengan baik pada tahun 2022. Secara agregat, bisnis pembiayaan pemilikan rumah syariah tumbuh 21% (yoy) dibandingkan tahun 2021. Rata-rata ticket size dari bisnis ini pun meningkat menjadi Rp 800-900 juta.

“Meningkat terus kenapa? CIMB Niaga punya segmen open, artinya bagi semua, bukan hanya untuk muslim tapi KPR Syariah ini bisa memberikan benefit oleh semua nasabah, bukan hanya segmen nasabah atau komunitas tertentu,” jelas Ferry Finenko.

Ferry Finenko mengungkapkan, CIMB Niaga Syariah melihat masih ada pasar yang belum digarap maksimal. Pangsa pasar KPR Syariah masih kurang dari 10% dari KPR Konvensional.

“Dengan kondisi apapun, insyaAllah kita tetap optimis di tahun 2023 dapat mencapai di atas target kita,” imbuh dia.