Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang tahun 2022 nilai investasi yang masuk dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai Rp 318,6 triliun. Angka ini terbagi dalam penanaman modal di sektor usaha mikro senilai Rp 132,7 triliun dan usaha kecil sebesar Rp 185,9 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya melakukan pendataan UMKM sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi mendorong investor menengah, kecil hingga usaha mikro naik kelas.

READ  Indonesia Siap Menghadapi Resesi 2023

“Melalui data ini, saya harus menyampaikan kontribusi UMKM dalam pertumbuhan ekonomi nasional cukup signifikan,” ucap Bahlil Lahadalia dalam di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta.

Bahlil menuturkan pihaknya bisa mendata realisasi investasi dari UMKM dari data 1.895.021 Nomor Induk Berusaha (NIB) yang masuk di Kementerian Investasi/BKPM. NIB terbagi dalam usaha mikro sebanyak 1.733.234 NIB (91,5%) dan usaha kecil sebesar 161.787 NIB (8,5%).

“Ini data baru yang kami siap melakukan uji keabsahan karena di Kementerian Investasi/BKPM selalu memakai slogan hanya kepada Tuhan kita percaya, manusia butuh data,” tandas Bahlil.

READ  Bank INA Perdana Bidik 10.000 Nasabah Baru di Kota Besar

Lima besar besar sektor usaha mikro kecil tahun 2022 adalah perdagangan dan reparasi (Rp 106,8 triliun); jasa lainnya (Rp 58,7 triliun); konstruksi (Rp 58,1 triliun); hotel dan restoran (Rp 25,8 triliun); tanaman pangan, perkebunan dan peternakan (Rp 12,6 triliun).

Sedangkan secara spasial lima besar lokasi usaha mikro kecil tahun 2022 adalah Jawa Barat (Rp 55,2 triliun), Jawa Timur (Rp 38,7 triliun); DKI Jakarta (Rp 37,8 triliun); Jawa Tengah (Rp 23,9 triliun); dan Banten (Rp 20,3 triliun). Adapun penyerapan tenaga kerja usaha mikro kecil tahun 2022 adalah 7.608.210 orang yang terbagi dalam usaha mikro sebanyak 5.575.662 orang dan usaha kecil sebanyak 2.032.548 orang.

READ  Target Jokowi ke Bahlil Terpenuhi, Investasi Rp 1.207 T

“Dalam konteks penyerapan tenaga kerja lebih besar usaha mikro daripada usaha kecil,” pungkas Bahlil.