Investor Cermati Prospek Ekonomi, Bursa Eropa Tak Bergairah

Investor Cermati Prospek Ekonomi, Bursa Eropa Tak Bergairah
Investor Cermati Prospek Ekonomi, Bursa Eropa Tak Bergairah

Perdagangan di Bursa Eropa sepi transaksi karena investor menilai prospek ekonomi yang dtandai dengan tekanan inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga dari bank sentral.

Stoxx 600 di bursa Eropa ditutup datar (flat) dengan saham minyak dan gas turun 2,6% memimpin pelemahan. Sementara saham makanan dan minuman naik 1,3%.

Bursa Eropa ditutup naik pada Jumat pekan lalu karena investor menilai kebijakan moneter setelah beberapa pernyataan keras pejabat Federal Reserve AS (The Fed).

Investor global sedikit senang melihat hasil inflasi dan indeks grosir yang lebih rendah dari perkiraan baru-baru ini. Hal ini diproyeksi akan membuat bank sentral AS memperlambat kenaikan suku bunga yang agresif.

Namu Presiden Fed St Louis James Bullard pekan lalu mengatakan bahwa tingkat kebijakan belum berada di zona yang dapat dianggap cukup ketat.

Sementara bursa saham di Asia-Pasifik sebagian besar jatuh pada Senin di tengah meningkatnya kekhawatiran Covid-19 di Tiongkok karena bank sentral menahan suku bunga pinjaman acuan atau suku bunga utama pinjaman.

Sementara bursa saham AS jatuh menjelang pidato Federal Reserve dan kinerja pendapatan ritel pada minggu ini yang akan dipersingkat menjelang liburan Thanksgiving.

Adapun anggaran pertama yang diawasi Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni akan disetujui kabinetnya Senin malam, sebelum dikirim ke parlemen. Anggaran negara Italia mencapai 30 miliar euro (US$ 30,8 miliar) dengan defisit 4,5% dari produk domestik bruto (PDB) dari perkiraan 3,4%. Sekitar 3 miliar euro akan digenjot melalui pajak tak terduga atas keuntungan energi.