Melandainya Inflasi Jerman Picu Kenaikan Bursa Eropa

Melandainya Inflasi Jerman Picu Kenaikan Bursa Eropa
Melandainya Inflasi Jerman Picu Kenaikan Bursa Eropa

Bursa Eropa ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa (3/1/2023) karena investor menilai pembukaan kembali Tiongkok dan mencerna data inflasi Jerman.

Stoxx 600 di bursa Eropa ditutup naik 1,2%, dengan hampir semua sektor berada di wilayah positif. Indeks perbankan Eropa menguat 2,4% memimpin kenaikan. Sementara saham minyak dan gas melawan tren mengakhiri sesi turun 0,7%.

Dari bursa utama, FTSE 100 Inggris di bursa Eropa ditutup naik 1,4%, sementara indeks DAX Jerman bertambah 0,8% dan CAC 40 Prancis naik 0,4%. Bursa Inggris ditutup pada Senin.

Jerman merilis data inflasi terbaru yang lebih rendah dari perkiraan untuk bulan Desember, turun menjadi 9,6% year on year (YoY). Sejumlah negara lain di Euro juga akan mengumumkan inflasi yakni Prancis pada Rabu (4/1/2023), Italia pada Kamis (5/1/2023), dan seluruh kawasan euro Jumat (6/1/2023).

Saham di seluruh benua Eropa naik, karena data manufaktur zona euro mengindikasikan bahwa yang terburuk mungkin telah berlalu untuk blok mata uang beranggotakan 20 negara tersebut.

Angka-angka tersebut menawarkan secercah harapan, setelah setahun dilanda kekhawatiran resesi karena bank-bank sentral di seluruh dunia menaikkan suku bunga secara agresif untuk mengendalikan lonjakan inflasi.

Sementara bursa Asia Pasifik beragam karena investor menimbang implikasi jangka pendek peningkatan infeksi virus corona di Tiongkok terhadap potensi dorongan jangka panjang dari pembukaan kembali ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Indeks manajer pembelian Caixin menunjukkan penurunan aktivitas pabrik karena melonjaknya infeksi Covid-19.

Bank sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember setelah empat kenaikan berturut-turut sebesar 75 basis poin. Pasar akan mencermati kebijakan moneter pada tahun 2023.