Mengintip Gerak Saham EXCL Hari Ini 2 Oktober 2023

Mengintip Gerak Saham EXCL Hari Ini 2 Oktober 2023

Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) bergerak di area hijau pada perdagangan saham Senin (2/10/2023). Penguatan saham EXCL di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau.

Dikutip dari data RTI, saham EXCL naik 1,26 persen ke posisi Rp 2.410 per saham. Saham EXCL dibuka stagnan di posisi Rp 2.380 per saham. Saham EXCL berada di jenjang tertinggi Rp 2.460 dan terendah Rp 2.370 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.356 kali dengan volume perdagangan 235.091 lot saham. Poin transaksi Rp 56,7 miliar.

Adapun selama sepekan terakhir, saham EXCL susut 0,82 persen. Sepanjang September 2023, saham EXCL merosot 1,23 persen. Melainkan, year to date (ytd), saham EXCL melonjak 12,62 persen.

Investor asing juga menjalankan aksi beli saham EXCL Rp 229,02 miliar di semua pasar year to date (ytd).

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada permulaan minggu ini. IHSG naik 0,31 persen ke posisi 6.961,45. Indeks LQ45 bertambah 0,46 persen ke posisi 957,08. Beberapa besar indeks saham acuan menghijau. Pada permulaan sesi perdagangan, IHSG berada di jenjang tertinggi 6.984,57 dan terendah 6.939,96. Sebanyak 259 saham menguat dan 266 saham melemah. 232 saham membisu di daerah.

Total frekuensi perdagangan saham 1.232.912 kali dengan volume perdagangan 18,7 miliar saham. Poin transaksi harian saham Rp 9,8 triliun.

Mitratel Rampungkan Akuisisi Menara XL Axiata, Segini Nilainya

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) sudah merampungkan pelaksanaan jual beli dan penyewaan kembali menara telekomunikasi pada Senin, 25 September 2023.

Mengutip keterbukaan info, ditulis Rabu (27/9/2023), XL Axiata sudah mengatasi transaksi penjualan 54 menara telekomunikasi dan penyewaan kembali atas 53 menara telekomunikasi terhadap PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Adapun skor transaksi tersebut sebesar Rp 36,62 miliar.

“Tak ada imbas yang material terhadap kesibukan operasional, status regulasi, situasi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman.

Sementara itu, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) sudah menjalankan penandatanganan dokumen pengalihan sehubungan dengan jual beli dan penyewaan kembali atas menara telekomunikasi dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL)

“Perseroan sudah mengatasi transaksi pembelian 54 menara telekomunikasi dan menyewakan kembali atas 53 menara telekomunikasi terhadap PT XL Axiata Tbk, pada tanggal 25 September 2023 dengan skor transaksi sebesar Rp36.624.000.000,” tulis Direktur Investasi Dayamitra Telekomunikasi Hendra Purnama.

Menurut ia, penambahan menara telekomunikasi akan semakin meningkat memperkuat posisi Perseroan di industri penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

“Transaksi bukan yaitu suatu transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud pada Aturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 perihal Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, dan suatu transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Aturan OJK No. 17/2020 perihal Transaksi Material dan Perubahan Kesibukan Usaha,” ujar ia.

Lepas 910 Ribu Saham EXCL, Direksi XL Axiata Kantongi Rp 2,22 Miliar

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengumumkan keterbukaan mengenai perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham tertentu.

Menginformasikannya keterbukaan info Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/8/2023), Direktur PT XL Axiata Tbk, Abhijit J. Navalekar dilaporkan melepas sejumlah saham perseroan senilai Rp 2,22 miliar. Transaksi tersebut berlangsung pada 23,28, dan 29 Agustus 2023 dengan harga yang bervariasi. Rinciannya, Abhijit memasarkan 171.800 lembar saham EXCL dengan harga Rp 2.400 per lembar atau senilai Rp 412,32 juta pada 23 Agustus 2023.

Pada hari yang sama, ia kembali melepas 100.000 lembar saham EXCL dengan harga transaksi RP 2.410 per lembar atau senilai Rp 241 juta. Pada 28 Agustus 2023, Abhijit memasarkan 238.200 lembar saham EXCL senilai Rp 2.430 per lembar atau senilai Rp 578,83 juta. Terakhir, pada 29 Agustus 2023, Abhijit memasarkan 400.000 lembar saham EXCL dengan harga transaksi RP 2.480 per lembar atau senilai Rp 992 miliar.

Dengan demikian, Abhijit mengantongi sekitar Rp 2,22 miliar dari semua transaksi penjualan saham EXCL itu. Usai transaksi, Abhijit kini memiliki 3.426.021 lembar saham EXCL atau berimbang 0,026 persen. Sebelumnya, Abhijit membatasi 4.336.021 lembar saham EXCL atau berimbang 0,033 persen.

Sasaran Pendapatan

Sebelumnya, emiten telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) membidik pertumbuhan pendapatan high single digit alias di kisaran 6-10 persen.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menuturkan, pihaknya berhati-hati dalam membidik pertumbuhan daya kerja. Karena, pada semester II 2023 kemungkinan terjadi pergerakan makroekonomi.

“Full year high single digit, revenue ditargetkan di atas 5 persen atau tidak menempuh dua digit. Kami sepatutnya berhati-hati ya terhadap kemungkinan pergerakan di sisi makroekonomi dari beberapa analis ekonomi mungkin second half lebih soft,” kata Dian dalam Media Update Kerja XL Axiata Semester I 2023, Senin (31/7/2023).

Menurut ia, industri telekomunikasi sendiri tampak mengalami pertumbuhan hingga semester I 2023. Ini mengingat, pertumbuhannya menempuh jenjang sebelum pandemi Covid-19.

Dengan demikian, ia optimistis industri telekomunikasi akan tumbuh positif sehingga kepercayaan pemberi modal malahan turut meningkat.

Sebagaimana diketahui, XL Axiata mencatat pertumbuhan positif hingga semester I 2023. Karena, daya kerja keuangan XL Axiata mengalami pertumbuhan double digit di tengah persaingan industri.

XL Axiata meraih total pendapatan Rp 15,78 triliun. Angka tersebut meningkat 12 persen lebih tinggi ketimbang jangka waktu yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah di atas, pendapatan data dan layanan digital menyumbang 91 persen dari total pendapatan, atau berimbang Rp 14,41 triliun. XL Axiata juga mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 658 miliar.

” ini yaitu hasil dari upaya maksimal kami di semua aspek bisnis untuk merebut pasar. Pertumbuhan double digit kami raih pada pendapatan, EBITDA, dan NPAT,” kata Dian.