Pemerintah Serap Pembiayaan Rp 15,2 Triliun dari Lelang SUN

Pemerintah Serap Pembiayaan Rp 15,2 Triliun dari Lelang SUN
Pemerintah Serap Pembiayaan Rp 15,2 Triliun dari Lelang SUN

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima pembiayaan Rp 15,2 triliun dalam lelang SUN atau Surat Utang Negara pada Selasa. Dalam lelang tersebut, DJPRR Kemenkeu menerima penawaran hingga Rp 30,31 triliun.

“Dengan mempertimbangkan outlook turunnya kebutuhan pembiayaan APBN tahun 2022 melalui penerbitan SBN dan dinamika kondisi pasar keuangan terkini, pemerintah memutuskan memenangkan permintaan sebesar Rp 15,2 triliun,” ucap Direktur SUN Kemenkeu Deni Ridwan.

Dia mengatakan menjelang akhir tahun 2022, minat investor pada lelang SUN meningkat menjadi Rp 30,32 triliun, dari Rp 22,99 triliun pada lelang sebelumnya. Investor optimismis kondisi pasar akan membaik seiring ekspektasi berkurangnya sikap hawkish bank sentral AS, The Fed pascapenurunan inflasi di Amerika Serikat dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI7DRR rate) yang telah diantisipasi pasar. “Selain itu dari pasar domestik, rilis data ekonomi Indonesia menunjukkan kenaikan surplus neraca perdagangan di Oktober menjadi US$ 5,67 miliar dari US$ 4,99 miliar di bulan September,” kata dia.

Adapun seri SUN yang dilelang adalah seri SPN03230222 (new issuance), SPN12230818 (reopening), FR0095 (reopening), FRSDG001 (reopening), FR0096 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0089 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Deni mengungkapkan seiring kenaikan kepemilikan SBN oleh investor non-residen di pasar sekunder, pada lelang hari ini investor nonresiden masih melanjutkan inflow naik signifikan sebesar 76,9% menjadi Rp 6,40 triliun dari Rp 3,62 triliun pada lelang sebelumnya. Jumlah incoming bids dari investor nonresiden mayoritas pada seri SUN tenor 11 dan 21 tahun yaitu Rp 4,21 triliun atau 65,79% dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 2,55 triliun atau 16,8% dari total awarded bids.

Seri SUN tenor 6 dan 11 tahun mendominasi demand investor pada lelang tersebut, dengan jumlah incoming bids dan awarded bids masing-masing sebesar 62,91% dari total incoming bids dan 58,22% dari total awarded bids. “Selain itu, incoming bids terbesar pada tenor 11 tahun yaitu Rp 10,25 triliun (33,82% dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp 4,05 triliun (26,64% dari total awarded bids),” tutur Deni.

Cost of fund untuk pemerintah turun dibanding lelang sebelumnya, tercermin pada Weighted Average Yield (WAY) Obligasi Negara yang dimenangkan turun sebesar 15 sampai dengan 39 bps dibandingkan WAY Obligasi Negara pada lelang sebelumnya. Penurunan terbesar pada SUN tenor 11 tahun sebesar 39 bps.

Berdasarkan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2022, lelang SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2022, yang merupakan lelang SBN terakhir tahun 2022.