Putri Terakhir Hawaii Meninggal Dunia

Putri Terakhir Hawaii Meninggal Dunia
Putri Terakhir Hawaii Meninggal Dunia

Abigail Kinoiki Kekaulike Kawananakoa yang merupakan putri Hawaii terakhir meninggal dalam usai 96 tahun. Dia adalah garis keturunan keluarga kerajaan yang pernah memerintah pulau itu dan seorang pengusaha Irlandia yang menjadi salah satu pemilik tanah terbesar di Hawaii.

Kematian Kawananakoa diumumkan di luar satu-satunya kediaman kerajaan Amerika Iolani Palace. Saat hujan turun, direktur eksekutif istana Paula Akana dan Hailama Farden dari Hale O Nā Aliʻi O Hawaiʻi atau masyarakat kerajaan Hawaii berjalan menuruni tangga istana dan jalan masuk untuk membaca pengumuman dalam bahasa Hawaii.

Sebuah rilis berita kemudian mengatakan, dia meninggal dengan damai di rumahnya di Honolulu bersama pasangannya Veronica Gail Kawananakoa di sisinya. “Abigail akan dikenang karena cintanya pada Hawaii dan orang-orangnya,” kata istrinya yang berusia 69 tahun dalam sebuah pernyataan.

Gubernur Josh Green memerintahkan negara bagian AS dan Hawaii untuk dikibarkan setengah tiang di Capitol negara bagian dan kantor negara bagian hingga matahari terbenam selama sepekan. “Hawaii berduka atas kehilangan besar ini,” ujarnya.

Kawananakoa tidak memiliki gelar formal tetapi merupakan pengingat hidup monarki Hawaii dan simbol identitas nasional Hawaii yang bertahan setelah kerajaan digulingkan oleh pengusaha Amerika pada 1893. “Dia selalu disebut putri di antara orang Hawaii karena orang Hawaii telah mengakui garis keturunan itu,” kata asisten profesor bahasa dan studi Hawaii di Honolulu Community College Kimo Alama Keaulana dalam sebuah wawancara pada 2018.

“Orang Hawaii sangat menyukai silsilah. Dan secara silsilah, dia memiliki darah bangsawan yang tinggi,” ujarnya.

Keaulana memanggilnya yang terakhir dari alii atau bahasa Hawaii untuk royalt. “Dia melambangkan apa itu bangsawan Hawaii dengan segala martabat, kecerdasan, dan seninya,” ujarnya.

Kakek buyut Kawananakoa, James Campbell, adalah seorang pengusaha Irlandia yang kaya raya sebagai pemilik perkebunan gula dan salah satu pemilik tanah terbesar di Hawaii. Dia telah menikah dengan Abigail Kuaihelani Maipinepine Bright. Putri mereka, Abigail Wahiika’ahu’ula Campbell, menikah dengan Pangeran David Kawānanakoa yang diangkat sebagai pewaris takhta.

Putri mereka Lydia Kamaka’eha Liliu’okulani Kawananakoa Morris memiliki Abigail dengan suaminya William Jeremiah Ellerbrock. Setelah sang pangeran meninggal, istrinya mengadopsi cucu mereka, Abigail muda, yang memperkuat klaimnya atas gelar puteri. Dia mengakui dalam sebuah wawancara dengan Majalah Honolulu pada 2021 bahwa jika monarki bertahan, sepupunya Edward Kawananakoa akan menjadi penguasa, bukan dia.

“Tentu saja, saya akan menjadi kekuatan di balik singgasana, tidak diragukan lagi,” candanya.